OLEH: Dian Gooners
Arsenal
termasuk salah satu klub yang terbilang sukses dalam mencetak pemain
besar yang memadukan antara pemain asing dan pemain bibit asli.
Para loyalis Arsenal mungkin tak akan pernah melupakan lahirnya sang pahlawan-pahlawan dari tanah Highbury, Ashburton Grove -- basis terdahulu Meriam London.
Wajah klub London Utara dewasa ini memang sedikit banyak belum melegakan hati para sang pemuja, mengingat kemarau trofi berkepanjangan yang dalam beberapa musim terakhir seolah tak terbendung. Bintang-bintang terkini pun bisa dipandang belum dapat mengisi daftar pemain fundamental klub yang dibangun pada 1886 itu.
Tapi bagaimanapun, tinta sejarah tak akan pernah dusta jika The Gunners telah menjadi salah satu raksasa besar yang dimiliki sepakbola Inggris, berkat jasa mereka-mereka yang berkontribusi besar dan telah melegenda hingga hari ini.
Arsenal Indonesia Suporter mengajak para pembaca menelusuri 10 pahlawan terhebat Arsenal.
Para loyalis Arsenal mungkin tak akan pernah melupakan lahirnya sang pahlawan-pahlawan dari tanah Highbury, Ashburton Grove -- basis terdahulu Meriam London.
Wajah klub London Utara dewasa ini memang sedikit banyak belum melegakan hati para sang pemuja, mengingat kemarau trofi berkepanjangan yang dalam beberapa musim terakhir seolah tak terbendung. Bintang-bintang terkini pun bisa dipandang belum dapat mengisi daftar pemain fundamental klub yang dibangun pada 1886 itu.
Tapi bagaimanapun, tinta sejarah tak akan pernah dusta jika The Gunners telah menjadi salah satu raksasa besar yang dimiliki sepakbola Inggris, berkat jasa mereka-mereka yang berkontribusi besar dan telah melegenda hingga hari ini.
Arsenal Indonesia Suporter mengajak para pembaca menelusuri 10 pahlawan terhebat Arsenal.
| IAN WRIGHT |
![]()
|
Sosok penyerang yang di awal memulai kariernya bukanlah
siapa-siapa. Ian Wright mendarat di Arsenal dengan status pemain kelas
teri.
Tapi seketika publik mulai segan kala si striker legendaris mampu menjadi topskor, dan sejak itu seluruh fan The North London pun beramai-ramai mengelu-elukan nama Wright.
Wright
dikenal sebagai striker yang tak kenal celah alias di manapun, di
posisi seperti apapun, dia termasuk pemain yang selalu haus mendulang
gol. Mata tajam Wright benar-benar dimanfaatkan dengan baik oleh tim
untuk mengeksploitasi kepiawaiannya mencetak banyak gol, dan di
sepanjang era 90-an, namanya semakin meroket sebagai pencetak gol ulung.
Inggris pun bangga pernah mempunyai satu striker terbaik dari yang terbaik.
| DAVID SEAMAN |
![]()
|
Sejak masuknya Arsene Wenger di klub, David Seaman menjadi panutan bagi seluruh kiper Arsenal yang ingin masuk ke skuat utama.
Seaman
seolah menggambarkan dirinya adalah perkawinan sempurna antara tangan,
kepala dan kekuatan bertahan yang dimiliki seorang penjaga gawang.
Rangkaian trofi yang diperolehnya bersama tim adalah alat penegas status betapa efektifnya keberadaan dia di tubuh The Gunners.
Maka tak heran, pos di bawah mistar kadung melekat abadi di diri
Seaman, dan seakan loyalis Arsenal tak mengizinkan adanya pengganti.
Jens
Lehman mungkin salah satu figur yang melakukan tugasnya dengan maksimal
sebagai bagian dari kebijakan sang pelatih untuk memberikan aroma
persaingan pada Seaman. Namun sayang, kiper-kiper yang dimiliki Arsenal
saat ini sungguh menciptakan disparitas mencolok bilamana membandingkan
dengan dua nama kiper terbaik klub itu.
| DAVID ROCASTLE |
![]()
|
Satu momen menyesakkan begitu terasa di publik London Utara
begitu mereka menerima kabar jika sang pahlawan David Rocastle telah
tutup usia pada 2001 silam.
Para suporter benar-benar menikmati
aksi gelandang asli London itu sebagai salah satu pemain penting dan
memegang peranan krusial di bawah kesuksesan pelatih Goerge Graham.
Cedera barangkali adalah salah satu momok terburuk Rocastle yang kerap menghantui perjalanan kariernya di Arsenal.
Kepindahannya ketika itu sempat membuat publik The Gunners
terkejut, namun Rocastle tak pernah membohongi perasaanya jika dirinya
adalah Arsenal. Andai saja sang legenda masih hidup, mungkin dia akan
menyesali satu momen ketika dia melepas seragam Arsenal.
| DENNIS BERGKAMP |
![]()
|
Tak banyak loyalis Arsenal yang meramalkan bakal adanya impak besar diberikan oleh Dennis Bergkamp.
Mendarat
di London dari FC Internazionale dengan status pemain tak jelas,
perlahan-lahan pria Belanda ini tumbuh berkembang hingga sukses menyita
hati para suporter setia.
Magis Bergkamp sedikit demi sedikit
mencuat yang lantas membuat para fans akhirnya sadar, pemain berambut
pirang itu adalah prospek terbaik tim.
Benar saja. Keberadaannya di lini serang The Gunners
berkombinasi sempurna dengan rekan sesektornya untuk mencaplok serentet
prestasi juara. Tak sampai di situ, Bergkamp yang sekarang berstatus
superstar, kerap kali menciptakan gol demi gol yang membuat mata para
penyaksi terbelalak dan berdecak kagum.
| LIAM BRADY |
![]()
|
Suporter Arsenal boleh jadi bakal memiliki perasaan pararel
seperti ini: kepergian Cesc Fabregas dari Emirates tak ubahnya
hengkangnya Liam Brady dari London Utara di masa lalu.
Yah,
keduanya memang hijrah ke klub lain dengan situasi yang sama. Brady
"cuma" berhasil mempersembahkan Piala FA sepanjang masa baktinya di
Arsenal.
Tapi apapun itu, kontribusinya bagi klub dan sepakbola
Inggris sepertinya sudah amat cukup untuk mementahkan status minim
persembahan trofi untuk Arsenal.
Brady juga menjadi satu dari
sekian pemain Arsenal yang menemukan rumah di klub pascapensiun, yakni
dengan diangkatnya dia menjadi Kepala Pengembangan Pemain Muda Arsenal.
| TONY ADAMS |
![]()
|
Tony Adams bisa dijadikan satu titik referensi terbaik ketika melihat situasi "ada yang hilang" dari Arsenal.
Bek legendaris The Gunners
ini sudah menikmati 500 laga lebih bersama klub, dia bahkan tak perlu
lagi banyak berbicara di lapangan karena selama 19 tahun dipercaya
menjadi kapten untuk memimpin rekan-rekannya.
Adams seperti terlahir kembali kala dimulainya rezim Wenger, yang masuk untuk membuat sang defender bisa mengangkat sejumlah trofi selama periode awal pria Prancis itu membesut klub.
Begitu
sakralnya kehadiran Adams di jantung pertahanan Arsenal kala itu,
sampai-sampai tak satupun bek lainnya bisa menggeser posisi mantan
pemain internasional Inggris tersebut.
| PAT RICE |
![]()
|
Pat Rice adalah kapten masa lalu Arsenal di era pertengahan
70-an, di mana sebelum di angkat statusnya itu dia pernah berjasa besar
memberikan dobel gelar bagi tim di musim 1970/71, trofi Liga Primer
Inggris dan Piala FA.
Khusus untuk gelar yang disebut terakhir,
Rice menjadi satu dari tiga pemain Arsenal yang pernah menjejakkan kaki
di lima final Piala FA -- dua lainnya David Seaman dan Ray Parlour.
Kontribusinya
tak perlu lagi diperdebatkan. Total 400 penampilan di bawah seragam
Merah-Putih menjadi lambang bukti loyalitas dia untuk Meriam London.
Setelah
pensiun, dia tetap melekat di tubuh Arsenal. Terbukti, dirinya
dipercaya menjadi pelatih tim muda Arsenal sebelum pada 1996 menemani
Arsene Wenger di bench sebagai asisten. Rice resmi mengumumkan pensiun dari dunia sepakbola pada 10 Mei 2012 silam.
| RAY PARLOUR |
![]()
|
Bukan omong kosong, tapi hanya kerja keras yang dia suguhkan di salah
satu sektor tengah Arsenal. Hal yang kemudian membuat hati para fans
selalu menyertai sepak terjan pemain berjuluk "Romford Pele" itu.
Saking
totalnya, dia bahkan diperankan untuk porsi yang lebih banyak di lini
kedua tim, dengan bertranformasi menjadi gelandang serba bisa. Pekerjaan
yang dia emban benar-benar dinikmatinya, tanpa kenal kompromi dan
lelah.
Potret seorang pemain bijaksana, yang selalu menanamkan
nilai etos kerja kepada seluruh rekan-rekannya untuk menghadapi setiap
momen dengan kepala jenius.
Gooners sepertinya tak akan pernah lupa sebiji gol Parlour di final Piala FA kontra Chelsea.
| PATRICK VIEIRA |
![]()
|
Mestinya dia ada di jajaran manajemen Arsenal. Namun bagaimanapun
kondisinya sekarang, nama Patrick Vieira mustahil dikesampingkan oleh
loyalis klub.
Menjadi kapten di era invicible Arsenal, sang pemimpin mengantar tim duduk di singgasana juara mengalahkan pesaing liga paling ngotot, Manchester United.
Vieira
diberkahi ketangguhan fisik, mental dan keberanian tinggi untuk
membentengi sepertiga pertahanan tim, yang membuat lini tengah Arsenal
benar-benar menakutkan ketika itu. Lebih dari itu, dia juga memiliki
daya jelajah luas di kedua ujung lapangan.
Maka tak heran, awal dimulainya paceklik juara Arsenal ketika Vieira hengkang pada 2005 silam.
| THIERRY HENRY |
![]()
|
Bahkan ketka dia meninggalkan The Gunners
untuk merapat ke Barcelona, secelahpun tidak ada suara-suara minor atau
rasa dendam bergemuruh dari mulut seluruh loyalis klub. Yang tersisa
hanyalah kesan emosional saat Henry melemparkan pesan perpisahan
terakhirnya yang begitu tulus untuk sang suporter.
Berkat rekor
menterengnya selama bermukim di London Utara dengan torehan 228 gol,
posisinya pun tak terbantahkan mengisi jajaran nama legenda Arsenal.
Keberadaan Henry seolah memberi roh juara yang tak pernah habis untuk tim. Mengubah hal-hal impossible
menjadi realistis lewat performa anggunnya dibalut gol-gol spektakuler,
itulah pemberian terbaik King Henry untuk kubu Highbury di atas podium
juara.











0 komentar:
Posting Komentar